Langsung ke konten utama

MANFAAT JALAN TOL CISUMDAWU UNTUK PERKEMBANGAN EKONOMI MAJALENGKA


Tol Cisumdawu (Image : Kementrian PUPR)

Jalan Tol CISUMDAWU adalah jalan tol yang menghubungkan antara Bandung - Kabupaten Majalengka dengan melewati sebagian besar wilayah Kabupaten Sumedang. Jalan tol ini memiliki beberapa manfaat yang signifikan bagi perkembangan ekonomi wilayah Majalengka, antara lain :

   Meningkatkan konektivitas : 

Jalan tol Cisumdawu memberikan konektivitas yang lebih baik antara Majalengka dengan daerah lain di sekitarnya, seperti Bandung dan Cirebon. Hal ini memungkinkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar, mempercepat distribusi produk, dan memudahkan mobilitas penduduk. Dengan konektivitas yang lebih baik, pelaku usaha di Majalengka dapat mengakses pasar yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan daya saing mereka.


    Peningkatan pariwisata : 

Dengan adanya jalan tol, akses menuju objek wisata di Majalengka menjadi lebih cepat dan nyaman. Hal ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut. Dalam jangka panjang, peningkatan pariwisata akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui pendapatan dari sektor pariwisata, pembukaan lapangan kerja baru, dan pertumbuhan industri pendukung pariwisata, seperti hotel, restoran, dan usaha mikro dan kecil.

    Investasi dan pengembangan industri : 

Kehadiran jalan tol Cisumdawu memberikan sinyal positif bagi investor untuk mempertimbangkan Majalengka sebagai lokasi investasi. Aksesibilitas yang baik akan memudahkan perusahaan dalam mengirimkan bahan baku, mengelola rantai pasokan, dan mendistribusikan produk mereka ke pasar. Dengan demikian, jalan tol ini dapat mendorong pertumbuhan sektor industri di Majalengka, menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan merangsang pengembangan kawasan industri.

    Perkembangan infrastruktur : 

Pembangunan jalan tol Cisumdawu juga berdampak pada perkembangan infrastruktur wilayah Majalengka secara keseluruhan. Dalam rangka mendukung jalan tol ini, biasanya akan dibangun fasilitas penunjang seperti rest area, terminal, dan tempat istirahat yang memberikan layanan bagi para pengguna jalan. Selain itu, pengembangan infrastruktur jalan juga berdampak positif pada peningkatan jalan-jalan akses lokal yang terhubung dengan jalan tol, memperbaiki konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah di Majalengka.

Dalam keseluruhan, jalan tol Cisumdawu memiliki manfaat yang signifikan bagi perkembangan ekonomi wilayah Majalengka. Konektivitas yang lebih baik, peningkatan pariwisata, peluang investasi, dan perkembangan infrastruktur merupakan faktor-faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RM Sawah Aki Majalengka, Kuliner Majalengka dengan Konsep Pedesaan

Salah satu kuliner unggulan Kabupaten Majalengka adalah Rumah Makan Sawah Aki, dengan konsep unik yaitu Alam pedesaan, kita bisa menikmati makanan dalam saung-saung secara lesehan yang tersebar ditengah-tengah pesawahan padi dan ladang jagung, sehingga kita bisa melihat petani yang sedang beraktifitas, ada pula tempat outdoor yang luas untuk karokean dengan daya tampung 100 orang. Nilai Plus lainnya adalah adanya koneksi Wifi gratis, so kta bisa menikmati makanan sambil internetan. Lokasinya diDesa Kulur, Sindang kasih, Majalengka. Terletak diketinggian sehingga kita bisa melihat pemandangan kota Majalengka dibawahnya. Konsep saung-saung lesehan yang nyaman

Asal Mula dan Sisi Lain Desa Bojong Cideres

Sebelum menjadi desa Bojong Cideres, sebelumnya nama daerah ini adalah kampung Bojong maung, disebut Bojong Maung karena memang didaerah ini dahulunya adalah hutan belantara yang banyak berkeliaran harimau-harimau. Waktu itu belum ada jalan/jalur Bandung-Cirebon, karena jalan tersebut dibangun oleh Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Belanda sekitar tahun 1809M.  Sementara perkiraan penulis, bahwa kampung Bojong Maung ini kemungkinan dibuka oleh prajurit Cirebon yang lari dari pertempuran diSumedang Larang itu sekitar tahun 1585M. Pada tahun 1890M diadakan pertemuan antara tetua kampung, dan akhirnya sepakat untuk mengganti nama kampung Bojong Maung dengan sebutan kampung Bojong Cideres, Cideres diambil dari nama sungai yang mengitari wilayah itu. Foto Keluarga H.Syamsuri, Bojong Cideres Foto diatas diambil pada desember 1977, foto paling atas adalah salah satu keluarga 'asli' pendiri Bojong Cideres, keluarga H. Syamsuri/Deswi. yang sekarang tempatnya sudah didudu

WaterPark Jembar Raya, Wisata Air terbesar diMajalengka

Wahana air Jembar Raya ini terletak didesa Ranji, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, ada banyak petunjuk jalan kalau Anda berniat berwisata ke sana. Bisa masuk lewat Jalan Desa Gunung Sari, atau lewat Sukaraja. Konsep yang diambil dari waterpark yang dikelola pengusaha Pribumi asal Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Iif Rivandi, adalah Binatang Purbakala, Dinosaurus. Puluhan patung-patung Binatang Raksasa ini menempati setiap sudut Waterpark, disesuaikan dengan ukuran asli binatang, jadi selain berlibur juga bisa untuk media pembelajaran pengetahuan untuk anak-anak. Pemberian nama Jembar Raya disesuaikan dengan Induk Badan Usaha Genteng Jembar Raya. Salah satu perusahaan genteng Jatiwangi terbesar yang ada diMajalengka. Waterpark Jembar Raya