Langsung ke konten utama

Keraton Kasepuhan Cirebon: Memelihara Kebesaran Kerajaan Abad Ke-16

 

kraton kasepuhan cirebon

Kota Cirebon, yang berlokasi di Jawa Barat, Indonesia, menyimpan banyak kekayaan sejarah dan budaya yang memikat. Salah satu tempat bersejarah yang menjadi pusat kehidupan kerajaan pada masa lalu adalah Keraton Kasepuhan Cirebon. Dengan arsitektur yang megah dan sejarah yang kaya, keraton ini mempertahankan pesona kebesaran era kerajaan abad ke-16. Artikel ini akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam tentang Keraton Kasepuhan Cirebon.

Sejarah Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan adalah salah satu dari tiga keraton yang terdapat di Cirebon. Nama "Kasepuhan" berasal dari bahasa Sunda yang berarti "asli" atau "yang paling tua." Keraton ini merupakan keraton tertua di antara ketiga keraton di Cirebon, dan berdiri sejak abad ke-16 pada masa pemerintahan Pangeran Mas Jolang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sultan Sepuh Pangeran Raja.

Arsitektur yang Megah

Keraton Kasepuhan menampilkan arsitektur yang megah dan unik, mencerminkan gaya arsitektur Jawa, Sunda, Cina, dan Islam. Bangunan keraton ini menonjol dengan atap tumpang tiga yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Jawa. Selain itu, dekorasi seni dan ukiran kayu yang rumit mempercantik dinding dan pintu keraton, menambah pesona keraton yang elegan.

Kompleks keraton ini terdiri dari beberapa bangunan, termasuk Pendopo Agung, tempat utama untuk upacara kerajaan dan pertemuan penting. Ada juga Tempat Kediaman Sultan yang luas, serta museum yang menyimpan koleksi artefak bersejarah dari era kerajaan Cirebon.

Fungsi Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan dahulu berfungsi sebagai tempat kediaman dan pusat pemerintahan sultan Cirebon. Selain itu, keraton ini juga menjadi tempat upacara keagamaan, pertemuan dengan pejabat penting, dan acara budaya kerajaan lainnya. Seiring berjalannya waktu, fungsi keraton telah bergeser menjadi tempat wisata bersejarah dan pusat kebudayaan, di mana seni dan budaya tradisional tetap dijaga dan dipertahankan.

Seni dan Budaya Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan tempat yang kaya akan seni dan budaya tradisional. Di sini, Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukan tari dan musik tradisional Cirebon, seperti tari topeng, tari golek, dan gamelan. Seni ukir kayu dan batik Cirebon juga menjadi bagian penting dari warisan budaya yang dipelihara dengan baik di keraton ini.

Setiap tahun, keraton mengadakan berbagai acara budaya, festival, dan pameran seni yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia. Dengan cara ini, Keraton Kasepuhan berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan seni dan budaya tradisional kepada generasi muda dan wisatawan.

Mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon

Bagi pecinta sejarah dan budaya, mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon adalah pengalaman yang tak terlupakan. Anda akan dibawa dalam perjalanan melintasi zaman kejayaan kerajaan dan mengenal lebih dekat tentang tradisi dan kehidupan di masa lampau.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi setiap sudut keraton dan menikmati keindahan arsitektur yang megah, seni yang indah, serta budaya yang kaya. Mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon adalah cara yang tepat untuk mengenang dan mengapresiasi warisan budaya Indonesia yang berharga, serta untuk terhubung dengan akar sejarah kita yang kaya dan bermakna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RM Sawah Aki Majalengka, Kuliner Majalengka dengan Konsep Pedesaan

Salah satu kuliner unggulan Kabupaten Majalengka adalah Rumah Makan Sawah Aki, dengan konsep unik yaitu Alam pedesaan, kita bisa menikmati makanan dalam saung-saung secara lesehan yang tersebar ditengah-tengah pesawahan padi dan ladang jagung, sehingga kita bisa melihat petani yang sedang beraktifitas, ada pula tempat outdoor yang luas untuk karokean dengan daya tampung 100 orang. Nilai Plus lainnya adalah adanya koneksi Wifi gratis, so kta bisa menikmati makanan sambil internetan. Lokasinya diDesa Kulur, Sindang kasih, Majalengka. Terletak diketinggian sehingga kita bisa melihat pemandangan kota Majalengka dibawahnya. Konsep saung-saung lesehan yang nyaman

Asal Mula dan Sisi Lain Desa Bojong Cideres

Sebelum menjadi desa Bojong Cideres, sebelumnya nama daerah ini adalah kampung Bojong maung, disebut Bojong Maung karena memang didaerah ini dahulunya adalah hutan belantara yang banyak berkeliaran harimau-harimau. Waktu itu belum ada jalan/jalur Bandung-Cirebon, karena jalan tersebut dibangun oleh Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Belanda sekitar tahun 1809M.  Sementara perkiraan penulis, bahwa kampung Bojong Maung ini kemungkinan dibuka oleh prajurit Cirebon yang lari dari pertempuran diSumedang Larang itu sekitar tahun 1585M. Pada tahun 1890M diadakan pertemuan antara tetua kampung, dan akhirnya sepakat untuk mengganti nama kampung Bojong Maung dengan sebutan kampung Bojong Cideres, Cideres diambil dari nama sungai yang mengitari wilayah itu. Foto Keluarga H.Syamsuri, Bojong Cideres Foto diatas diambil pada desember 1977, foto paling atas adalah salah satu keluarga 'asli' pendiri Bojong Cideres, keluarga H. Syamsuri/Deswi. yang sekarang tempatnya sudah didudu

WaterPark Jembar Raya, Wisata Air terbesar diMajalengka

Wahana air Jembar Raya ini terletak didesa Ranji, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, ada banyak petunjuk jalan kalau Anda berniat berwisata ke sana. Bisa masuk lewat Jalan Desa Gunung Sari, atau lewat Sukaraja. Konsep yang diambil dari waterpark yang dikelola pengusaha Pribumi asal Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Iif Rivandi, adalah Binatang Purbakala, Dinosaurus. Puluhan patung-patung Binatang Raksasa ini menempati setiap sudut Waterpark, disesuaikan dengan ukuran asli binatang, jadi selain berlibur juga bisa untuk media pembelajaran pengetahuan untuk anak-anak. Pemberian nama Jembar Raya disesuaikan dengan Induk Badan Usaha Genteng Jembar Raya. Salah satu perusahaan genteng Jatiwangi terbesar yang ada diMajalengka. Waterpark Jembar Raya